Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts

Saturday, 7 May 2016

7 Wejangan Nasihat Hikmah Pernikahan


Indahnya Pernikahan
7 Wejangan Nasihat Pernikahan yang sangat penting didalam menjalani bahteri Pernikahan,  antara lain sebagai berikut:[1]
1.      Pernikahan adalah kebutuhan, fitrah dan juga perintah agama yang merupakan sunatullah dan sunah Rasulullah saw. Bagi yang tidak melakukan pernikahan berarti tidak mengikuti sunah Rasulullah SAW.
2.      Rumah tangga bagaikan kapal harus kokoh harus dibangun atas dasar taqwa, cinta, suka sama suka dan didukung dengan kedua belah pihak keluarga yang merestui serta mengharapkan ridho Ilahi.
3.      Ibarat bahtera, hati yang bagus layaknya laksana mesin yang baik. Artinya suami istri harus punya tujuan yang sama. Berumah tangga bukan untuk hanya sekedar melepas nafsu birahi, melainkan harus memiliki tujuan untuk mencetak generasi-generasi bangsa yang baik, kuat dan tanggung serta bertaqwa kepada Allah SWT.
4.      Akhlak sebagai bahan bakar. Akhlak mulia sebagai pondasi utama untuk membangun rumah tangga. Prinsip akhlak disini adalah saling menghargai, menghormati, menyayangi, penuh dengan senyum.
5.      Jadikan kitabullah dan sunah Rasulullah SAW sebagai kompas atau pedoman agar tidak tersesat dalam perjalanan dan ketika menemukan kesulitan, keresahaan, kembalikan kepda al-Qur’an dan Sunnah lalu berserah kepada Allah.
6.      Saling nasehat menasihati antara suami istri. Dalam kehidupan rumah tangga, sepenuh apapun perasaan cinta suami pada istri atau sebaliknya, kesalahpahaman dan perselisihan (baik kecil maupun besar) mesti ada. Suami dan istri harus saling mengingatkan, saling menasihati dengan sabar antara keduanya untuk mencapai kebaikan.
7.      Seorang suami hendaknya dapat menjadi nahkoda yang pandai. Suami harus pandai memainkan peranan, dapat menjadi panutan, cerdas melihat situasi, agar penumpang atau orang yang bersamanya merasa aman, tenang dan nyaman.

Oleh karena itu, Hikmah Pernikahan antara lain membentuk keteladanan bermasyarakat, membentuk ikatan yang mendidik manusia agar saling menghargai hak-hak dan kewajiban manusia, serta membawa seseorang makin dekat kepada Allah SWT.[2]

[1] Pidato Dubes RI Syria, Pensosbud KBRI Damaskus
[2] M.Rizal Qosim, Pengalaman Fiqh, (Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2008) hlm. 79

Saturday, 5 December 2015

AllahuAkbar ... Dari Makam Mujahid Ini Berkumandang Suara Takbir

gambar ilustrasi

 Kisah ini terjadi di Afghanistan. Sebagaimana dituturkan oleh Syeikh Abdullah Azzam dalam Tarbiyah Jihadiyah, ada seorang mujahid yang syahid. Atas Kehendak Allah Ta’ala, dari makam mujahid ini senantiasa terdengar suara teriakan takbir “Allahu akbar”.

Mujahid yang menyejarah ini bernama Miya Ghul. Selepas kesyahidannya, datanglah seorang pemimpin Partai Komunis Soviet. Didorong oleh perasaan kesalnya, si pemimpin mendekati jenazah Miya Ghul. Ketika ia menjulurkan kaki untuk menendang jenazah sang mujahid, seketika itu juga kakinya lumpuh. Kasihan.

Gagal dalam aksi perdana, Partai Komunis pun membentuk tim khusus untuk mengikat jasad mujahid. Niatnya, mereka hendak menyeretnya keliling kota Baghlan. Harapannya, dengan menyeret jenazah sang mujahid, masyarakat sekitar akan merasa takut dan gentar kepada tentara Soviet.

Malangnya, tiba-tiba jenazah mujahid Miya Ghul berteriak, “Berikan senjata kepadaku.” Padahal, jasadnya tetap diam. Tidak bergerak sedikit pun. Tim yang diutus pun berlarian. Tunggang langgang. Ketakutan.

Akhirnya, musuh-musuh Allah Ta’ala pun mengirimkan kain kafan. Mereka memberikan perintah kepada ulama-ulama besar yang tidak memusuhi atau dimusuhi pemerintah. Kepada ulama-ulama itu, musuh-musuh Allah berkata, “Ambillah kain kafan ini. Bungkuslah mayatnya. Kalian mustahil dikalahkan selama ada orang-orang seperti dia.”

Setelah dimakamkan, tutur Syeikh Abdullah Azzam, “Selanjutnya, Miya Ghul dimakamkan. Sementara suara takbir masih terus keluar dari makamnya.” Allahu akbar walillahil hamd.

Di Peshawar, keluarga Miya Ghul berkumpul seraya memanjatkan doa. Saudara laki-lakinya memohon kepada Allah Ta’ala dengan mengatakan, “Ya Allah, jika benar bahwa saudara kami syahid, tunjukkanlah bukti kesyahidannya kepada kami.”

Ajaib. Pada malam harinya, turunlah seikat bunga dari langit melalui atap rumah mereka. Bunga misterius itu juga mengeluarkan bau yang sangat harum. Lalu, saudara laki-lakinya itu pun membangunkan saudaranya yang lain, Muhammad bin Yasir, agar ikut mencium wangi bunga dari langit tersebut.

Setelahnya, mereka menyimpan bunga itu seraya diletakkan di tengah-tengah mushaf. Dan pagi harinya, ketika hendak ditunjukkan ke saudara dan anggota keluarganya yang lain, seikat bunga tersebut sudah tidak dijumpai.

Demikian inilah di antara karamah bagi para mujahid yang ikhlas. Dan tidak akan mempercayainya kecuali orang-orang yang memiliki iman yang berkualitas di dalam hatinya.

Apakah Anda percaya? Kami percaya! 



Sumber : kisahikmah.com

Friday, 27 November 2015

TERNYATA MEKKAH DAN MADINAH

TERNYATA MEKKAH DAN MADINAH



Laa ilaaha illallah,
Allaahhuakbar
Petunjuk Kebesaran Allah...

Sunita Williams, seorang wanita India pertama yang pergi ke bulan pada tanggal 9 Juli 2011.
Sekembalinya Sunita dari Bulan,
ia langsung memilih masuk dan memeluk Agama Islam.

Sunita berkata :
‘”Dari Bulan seluruh Bumi kelihatan hitam dan gelap kecuali dua tempat yang terang dan bercahaya.
Ketika aku lihat dengan Teleskop,
ternyata tempat itu adalah Mekkah dan Madinah.
Di Bulan semua frekuensi suara tidak berfungsi,
Tapi aku masih mendengar suara Adzan”.

Prof Lawrence E Yoseph menulis :
“Sungguh kita telah berhutang besar kepada umat Islam,
dalam Encyclopedia Americana menulis :
“…Sekiranya orang-orang Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yang berpusat di Hajar Aswad,
tidak lagi memencarkan gelombang elektromagnetik .
Menurut hasil penelitian dari 15 Universitas :
Menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yang ada !!

Beberapa astronot yang mengangkasa melihat suatu sinar yang teramat terang mememancar dari bumi, dan setelah diteliti ternyata bersumber dari Bait Allah (Baitullah) atau Ka’bah.
Super konduktor itu adalah Hajar Aswad, yang berfungsi bagai mikrofon yang sedang siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya.

Prof Lawrence E Yoseph – Fl Whiple menulis :
“…Sungguh kita berhutang besar kepada orang Islam, shalat, tawaf dan tepat waktu menjaga super konduktor itu…”.

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi.
Radiasi yang berada di sekitar Ka’bah ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekkah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi.

Sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Mekkah juga merupakan pusat bumi.
Mekkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini.
Allah Ta’ala berfirman :
“Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”.
(QS. Ar-Rahman : 33)

Menurut riwayat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Amr bin Ash,
Dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna putih tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan. Sekiranya Allah subhanahu wa ta’ala tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang manusia pun yang sanggup mamandangnya.

Dalam penelitian lainnya, mereka mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah museum di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’bah ) dan pihak museum juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tatasurya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullahshalallahu ‘alaihi wa ssalam bersabda :
“Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam”.

Subhanallah,
Alhamdulillah,
Laa Illaha illallah, Allahu Akbar…
Betapa bergetar hati kita melihat dahsyatnya gerakan thawaf haji dan Umroh.
Ini adalah jawaban fitnah dan tuduhan jahiliyah yang tak didasari ilmu pengetahuan, yaitu mengapa kaum Muslimin shalat ke arah kiblat dan bahwa umat Islam di anggap menyembah Hajar Aswad.

Hanya Allah Yang Maha Kuasa dan Segala-Galanya.

Semoga bermanfaat
Silahkan share

Dikutip dari Bubblews News

"SIAR ISLAM"
loading...